Jumlah Manusia di Muka Bumi Ini tidak terhitung banyaknya, akan tetapi Allah menciptakan manusia selalu berbeda antara satu dengan yang lainnya

Selasa, 29 Januari 2013

Petunjuk Pengisian PDSS

Sampai Tanggal 29 Januari 2013 Mungkin Masih ada sekolah SMK dan SMK Sederajat yang masih mangalami kendala daam Proses Pengisian Data PDSS maka dari itu saya coba untuk Share Panduan Pengisiannya, Memang dalam snmptn 2013 sudah ada langsung Petunjuknya,
Bagi Sekolah yang masih mengalami masalah dalam Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) Bisa di Baca Atau di download  Silahkan diklik DISINI
Ini Cuma mengikatkan Kembali, karena sesuai dengan Keputusan Mentri Pendidikan bahwasannya Mulai Tahun ini Penerimaan Mahasiswa Baru Tidak lagi Mengikuti dengan Tes Tulis Melainkan Jalur Undangan, Se andainya ada Sekolah yang tidak Mengisi data PDSS maka Siswa Sekolah Bersangkutan tidak bisa terdaftar di PTN, Sekian secara Singkat

Senin, 17 Desember 2012

Perjalanan Jauh Bimbingan dan Konseling sebagai Sebuah Profesi



Perjalanan Jauh Bimbingan dan Konseling sebagai ProfesiKehadiran layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan di Indonesia dijalani melalui proses yang cukup panjang, sejak kurang lebih 40 tahun yang lalu, bersamaan dengan munculnya kebutuhan akan penjurusan di.SMA pada saat itu. Selama perjalanannya telah mengalami beberapa kali pergantian nama, semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (dalam Kurikulum 84 dan sebelumnya), kemudian pada Kurikulum 1994 berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling. sampai dengan sekarang. Akhir-akhir ini ada sebagaian para ahli meluncurkan sebutan Profesi Konseling, meski secara formal istilah ini belum digunakan.

Minggu, 16 Desember 2012

Posisi Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum 2013

Draft Pengembangan Kurikulum 2013 baru saja diluncurkan dan saat ini sedang memasuki tahap Uji Publik. Saya sudah mengunjung website resmi Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 secara online untuk berpartisipasi menyampaikan pemikiran saya terkait dengan Posisi Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum 2013, tetapi karena disana hanya disediakan ruang komentar yang tidak begitu leluasa, ditambah terkendala oleh persoalan koneksi server, maka saya memutuskan untuk menyampaikannya di sini, dengan harapan semoga pihak yang terkait dengan upaya Pengembangan Kurikulum 2013 dapat membaca dan

Selasa, 25 September 2012

Tips penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal.

Tips Keterampilan Guru dalam penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar di kelas yang optimal. belajar yang baik Menunjukkan Sikap Tangkap Menggambarkan tingkah laku guru yang tampak pada siswa, bahwa guru sadar dan tanggap terhadap perhatian keterlibatan, masalah dan ketidak acuan mereka. Dengan adanya sikap ini siswa merasa guru hadir ditengah mereka. Kesan ketanggapan ini dengan cara : Memandang Secara Saksama Memungkinkan guru meliput keterlibatan siswa dalam tugas dikelas serta menunjukkan kesiapan guru untuk memberi respon baik terhadap kelompok maupun individu. Memberikan Pernyataan Hal ini terkomunikasi kepada siswa melalui pernyataan guru bahwa ia telah siap untuk memulai kegiatan belajar serta siap memberi respon terhadap kebutuhan siswa. Hal yang harus dihindari adalah menunjukkan dominasi guru dengan pernyataan atau komentar yang mengandung ancaman. Contoh : “Saya menunggu sampai kalian diam”. Gerak Mendekati Hal ini menunjukkan kesiapan, minat dan perhatian kepada siswa.

Tips Penanganan Masalah Siswa

Ketrampilan guru dalam menangani masalah siswa berhubungan dengan tanggapan guru terhadap gangguan anak didik yang berkelanjutan dengan maksud guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan tindakan optimal. penanganan siswa Apabila terdapat anak didik yang menimbulkan gangguan yang berulang-ulang walaupun guru telah mencoba memadamkan dengan tanggapan yang relevan tetap saja terjadi kembali, guru dapat meminta bantuan : Kepala Sekolah Konselor/BP Waka kesiswaan untuk membantu mengatasinya. Bukanlah kesalahan professional guru apabila tidak dapat menangani permasalahan anak didik dalam kelas berkenaan dengan itu guru dapat menggunakan seperangkat strategi untuk tindakan perbaikan terhadap tingkah anak didik yang terus menerus menimbulkan gangguan dan yang tidak mau terlibat dalam kegiatan di kelas Strategi Yang Dapat Digunakan 1. Modifikasi Tingkah Laku Guru hendaklah menganalisis tingkah anak didik yang mengalami masalah dan berusaha memodifikasi tingkahlaku tersebut. Dengan mengaplikasikan pemberian penguatan secara sistematis. Dapat kerjasama dengan rekan kerja mengatasi masalah Merinci dengan tepat tingka yang menimbulkan masalah Memilih dengan teliti tingkah yang diperbaiki dengan mudah untuk diubah, tingkah yang paling menjengkelkan yang sering muncul. Tepat memilih pemberian penguatan yang dapat digunakan untuk mempertahankan tingkah yang telah menjadi baik. 2. Pendekatan Pemecahan Masalah Kelompok Memperlancar tugas, mengadakan terjadinya kerjasama yang baik dalam pelaksanaan tugas. Memelihara kegiatan-kegiatan kelompok, memelihara dan memulihkan semangat anak didik dan menangani konflik yang timbul. 3. Menemukan dan memecahkan tingkahlaku yang menimbulkan masalah. Guru dapat menggunakan seperangkat cara untuk mengendalikan tingkahlaku keliru yang muncul, guru harus mengetahui sebab dasar yang mengakibatkan ketidak patuhan tingkah tersebut. Serta berusaha mencari pemecahanya. Hal-hal yang harus di hindari dalam menangani masalah siswa. A. Campur Tangan Yang Berlebihan Seperti guru menyela kegiatan yang asik berlangsung dengan komen atau petunjuk mendadak, maka kegiatan siswa akan terganggu atau terputus. Kesan guru tidak memperhatikan kebutuhan siswa, hanya memuaskan dirinya saja. B. Kelenyapan Terjadi jika guru gagal secara tepat melengkapi suatu intruksi penjelasan atau petunjuk, komentar. Kemudian menghentikan penjelasan atau sajian tanpa alas an yang jelas dan membiarkan pikiran anak mengawang-awang. C. Ketidak tepatan memulai dan mengahiri kegiatan Terjadi jika guru memulai suatu aktivitas tanpa mengakhiri aktivitas sebelumnya. D. Penyimpangan Terjadi jika dalam kegiatan PBM guru terlalu asik dengan kegiatan tertentu seperti sibuk dengan tempat duduk yang tidak rapi atau cerita sesuatu yang tidak ada hubungan dengan materi terlalu jauh, sehingga kelancaran kegiatan di kelas terganggu. E. Bertele-tele Terjadi jika pembicaraan guru bersifat : Mengulang-ulangi hal-hal tertentu Memperpanjang pelajaran atau penjelasan Mengubah teguran menjadi ocehan yang panjang Hal ini merupakan hambatan kemajuan pelajaran atau aktivitas kelas. Siswa pada umumnya mencatat sebagai hal yang membosankan dan tidak mau terlibat dalam kegiatan di kelas. F. Pengulangan Penjelasan Yang Tidak Perlu Terjadi Jika Guru memberi petunjuk yang berulang-ulang secara tidak perlu membagi kelas dalam memberikan petunjuk atau secara terpisah memberi petunjuk ke setiap kelompok yang sebelumnya dapat diberikan secara bersama-sama kepada seluruh kelompok sekali saja di depan kelas..... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2012/05/tips-penanganan-masalah-siswa.html
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia

Minggu, 22 April 2012

Manfaat Konseling Pernikahan

Banyak pernikahan yang mengalami ujian dalam satu tahun hingga 5 tahun usia pernikahan. Atas nama cinta tentunya setiap pasangan ingin menyelamatkan pernikahan mereka.

Konseling pernikahan sebenarnya patut dicoba, meski banyak yang menganggap hanya menghabiskan waktu dan uang. Tapi, sebuah pernikahan juga membutuhkan pendapat pihak ketiga yang netral.

TIPS Cepat Tangani Stres

Stres merupakan salah satu penyebab utama timbulnya penyakit jantung dan stroke. Munculnya stres dapat dipicu oleh beragam permasalahan seperti permasalahan keuangan, keluarga, kesehatan atau perjalanan.
Berikut ini akan dibahas Tips praktis mengatasi stres kurang dari 10 menit yang kami himpun dari

Posko Penanganan Pasca UN

JAKARTA--Bagi pelajar-pelajar yang stres dan frustasi menghadapi Ujian Nasional (UN), sebentar lagi Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan membuka posko untuk memberikan konseling kepada mereka. Rencananya, Posko Stess UN akan dibangun di setiap perguruan tinggi negeri, terutama yang ada di luar Pulau Jawa.

Cara Atasi Stres

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres ini. Anda bahkan tak perlu mengonsumsi obat-obatan atau menjalani terapi. Cukup lakukan beberapa langkah mudah dan murah ini:

1. Tertawakan berbagai hal
Jika merasa stres, jangan buru-buru berpikir bahwa menangis bisa jadi solusi untuk melepaskan ketegangan. Cobalah untuk mengatasi stres dengan tertawa. Sebuah studi yang dimuat dalam American Journal of Medical Sciences pada tahun 1989 mengungkapkan bahwa tertawa bisa menurunkan

Minggu, 06 November 2011

Peranan Guru dan Penyimpangan Perilaku


Sekolah sebagai tempat berlangsungnya pendidikan tentu saja memungkinkan siswa untuk melakukan sosialisasi. Dari pergaulan dengan teman sebaya, guru, teman satu sekolah, lingkungan dekat sekolah, semuanya akan mempercepat proses sosialisasi yang akan merubah tingkah laku dan perilakunya.


Yang menentukan cepat atau lambat terjadinya proses sosialisasi tersebut adalah kedekatan anak di

Teknik Melakukan Konseling

  • Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang mengalami sesuatu masalah (disebut konsele) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien

    Dasar melakukan Konseling adalah sebagai berikut :
  • Kamis, 27 Oktober 2011

    Pentingnya Konseling Pranikah

    Ketika waktu menikah semakin dekat, pastikan salah satu agenda Anda dan pasangan adalah menemui profesional untuk konseling pranikah. Anda bisa melakukannya dalam kursus perkawinan di kantor urusan agama dan konsultasi secara pribadi di rumah sakit atau klinik khusus yang menyediakan layanan konseling pranikah.


    Berbagai isu seputar membangun hubungan berpasangan dalam rumah tangga hingga kesehatan reproduksi menjadi topik utama. Tanya-jawab mengenai seks, cara mengelola uang bersama pasangan, dan bagaimana menciptakan hubungan berpasangan yang bertumbuh bersama sepanjang pernikahan menjadi bagian konseling tersebut.

    Ahli kejiwaan dr Ratna Mardiati, SpKJ, mengatakan, individu atau pasangan yang datang untuk berkonsultasi pranikah atas inisiatif sendiri adalah mereka yang sadar psikologi. Mereka sadar ada yang harus berubah untuk memasuki kehidupan pernikahan yang mempertemukan dua individu berbeda. Mereka yang harus didorong untuk mengikuti konseling pranikah adalah orang yang tidak ingin berubah.

    Selasa, 25 Oktober 2011

    Kesurupan Dari Sudut Ilmu Hipnoterapi

    Dalam setiap pelatihan, baik itu Quantum Life Transformation (QLT) maupun Quantum Hypnosis Indonesia (QHI), saya selalu mendapat satu pertanyaan yang cukup menggelitik rasa ingin tahu, “Apa sih sebenarnya kesurupan itu?”

    Pertanyaan ini bisa dilihat dari dua kaca mata berbeda; dari sudut pandang metafisika dan dari sudut pandang ilmu hipnoterapi yang membahas mengenai pikiran, khususnya pikiran bawah sadar.


    Dalam artikel ini saya tidak membahas kesurupan dari sudut pandang metafisika karena ini di luar ranah keilmuan saya. Kali ini saya khusus membahas kesurupan dari sudut ilmu hipnoterapi.

    Menurut pemahaman masyarakat bila seseorang sedang kesurupan maka ia akan bertindak atau berperilaku bukan seperti dirinya yang biasa. Seakan-akan ada pribadi atau makhluk lain yang sedang menguasai orang ini. Pribadi atau mahkluk ini ada yang bisa diajak komunikasi. Ada juga yang tidak bisa. Ada yang punya nama dan ada juga yang tidak.

    Perhitungan Jam Konselor

    Perhitungan 24 Jam /perminggu Konselor Sekolah
    Pelayanan konseling di sekolah/madrasah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual dan atau kelompok, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik.

    Dalam pratik penyelenggaraan di sekolah banyak kendala yang dihadapi; apalagi dengan adanya tuntutan sertifikasi bagi konselor sekolah, permasalahan yang sering dihadapi diantaranya banyak konselor sekolah yang masih belum menyetahui tentang bagaimana sebenarnya perhitungan jam bagi konselor sekolah dengan beban perminggu 24 jam pelajaran sementara untuk guru Mata Pelajaran jelas, mereka harus mengajar sebanyak 24 jam pelajaran/minggu lalu bagaimana dengan konselor sekolah?
    Ada beberapa hal yang harus diketahui oleh konselor sekolah berkenaan dengan penyelenggaraan BK di Sekolah diantaranya :

    1. Kegiatan pelayanan konseling dapat dilaksanakan di dalam atau di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran maksimum 50 %.

    ANALISIS GENOGRAM SEBAGAI ALAT KONSELING KARIR

    Dalam wawancara konseling karir diperlukan suasana menyenangkan yang dapat mendorong klien lebih terbuka untuk mengungkapkan dirinya, dan selanjutnya konselor dapat lebih efefktif membantu klien. Demi tercapai suasana demikian, dibutuhkan keterampilan konselor dalam mewawancarai klien dan menganalisis hasilnya. Genogram yang dikembangkan oleh Okiishi (1987) merupakan suatu alat yang

    dipersiapkan untuk membantu konselor-klien ketika wawancara karir berlangsung dalam suasana yang menyenangkan, hingga dapat mendorong keterbukaan yang dimaksud dalam konteks silsilah keluarga. Genogram dipandang sebagai suatu metode yang cocok untuk melukiskan pengaruh keluarga dan orang tua, dalam suatu model gambar tiga generasi tentang asal usul keluarga. Pada mulanya, Bowen (1980) menggunakan genograf di dalam wawancara terapi keluarga. Kemudian genogram diperluas penggunaannya oleh McGoldrick dan Gerson (1985). Selanjutnya, Okiishi (1987) mengembangkan genogram sebagai alat bantu di dalam wawancara konseling karir.

    Jumat, 21 Oktober 2011

    18 TANDA ANDA BUTUH KONSELING KARIR


    Menurut sebuah situs konsultasi karier, jika salah satu dari situasi di bawah ini terjadi pada Anda, sudah saatnya Anda berkonsultasi dengan konsultan karier. Adapun hal-hal yang terjadi adalah:
    1. Saya sering dilewatkan apabila ada promosi/kenaikan jabatan.
    2. Pekerjaan saya membosankan.
    3. Saya merasa potensi saya tidak dikembangkan secara maksimal.
    4. Pekerjaan saya tidak bermakna.
    5. Saya sering berganti pekerjaan, tapi pekerjaan baru tidak lebih baik dari yang lama.
    6. Saya kesulitan menetapkan tujuan dan mencapai tujuan.
    7. Saya mempunyai mimpi yang lebih besar untuk diri sndiri.
    8. Saya punya reputai sebagai pembuat masalah.
    9. Orang-orang sering memanfaatkan saya dalam pekerjaan.
    10. Saya tidak pernah mendapatkan penghargaan atas pekerjaan yang saya lakukan.
    11. Saya tidak tahu bagaimana membuat diri saya diperhatikan sebagai karyawan yang menjanjikan di hadapan bos.

    Pendidikan Karakter dalam Layanan Bimbingan & Konseling

     Pendidikan Karakter dalam Layanan Bimbingan dan Konseling’, itulah tema  materi yang saya sampaikan pada kegiatan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Kuningan, Selasa 04 Oktober 2011, bertempat di Aula SMP Negeri 3 Kuningan. Kegiatan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) ini dilaksanakan sebagai  tindak lanjut dari  hasil MOU dengan LPMP Jawa Barat Tahun Anggaran 2011
    Dalam kesempatan ini saya mengajak peserta berdisikusi tentang apa, mengapa dan bagaimana pendidikan karakter, dikaitkan dengan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Beberapa point penting yang dapat  saya sampaikan kepada peserta, antara lain:
    1. PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING:
    • Bimbingan dan Konseling merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional, maka orientasi, tujuan dan pelaksanaan BK juga merupakan bagian dari orientasi, tujuan dan pelaksanaan pendidikan karakter.

    Selasa, 11 Oktober 2011

    Bimbingan dan Konseling Pola 17 Plus

    Bidang Pengembangan
    1. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai bakat dan minat,
    2. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat.
    3. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.
    4. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
    Jenis Layanan
    1. Layanan Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.
    2. Layanan Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
    3. Layanan Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
    4. Layanan Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, industri dan masyarakat.
    5. Layanan Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
    6. Layanan Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
    7. Layanan Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
    8. Layanan Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
    9. Layanan Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.
    Kegiatan Pendukung
    1. Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes.
    2. Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.
    3. Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup.
    4. Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya.
    5. Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan.
    6. Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
    Format Kegiatan
    1. Individual, yaitu format kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling yang melayani peserta didik secara perorangan.
    2. Kelompok, yaitu format kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok.
    3. Klasikal, yaitu format kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. 
    4. Lapangan, yaitu format kegiatan Bimbingan Karir dan Konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan

    Rabu, 25 Agustus 2010

    KLUET BATAK

    BATAK ALAS-KLUET

    Wilson Rajagukguk (*)

    Berbicara tentang istilah ‘Batak’ maka pikiran kita tentu tertuju kepada diri kita sendiri ‘Halak Hita’ yang hidup atau berasal dari kawasan Sumatera Utara. Tetapi istilah itu tidak melulu menjadi milik kita. Ungkapan ‘Batak’ ditemukan di Bulgaria, Turki dan beberapa daerah Persia. Kurang jelas memang dari ungkapan itu apakah ada sekelompok orang yang menamakan diri sebagai orang Batak di sana.

    Di Filipina, saat ini ada sebuah suku yang menamakan diri ‘Batak’. Kehidupan mereka masih setengah nomaden. Mereka dikuatirkan sedang menuju ke arah kepunahan. Memang sudah ada badan dunia dari PBB yang mencoba menolong untuk menyelamatkan mereka. Kita berharap usaha itu berhasil. Siapa tahu kelak ada antropolog Batak yang dapat menemukan hubungan kekerabatan kita dengan mereka. (mudah-mudahan dari segi genetika, Pak Sangkot Marzuki bisa menolong).

    Selain halak hita, di Indonesia ada juga sebuah sub etnis Jawa (tinggal di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur). Jumlah mereka memang tidak begitu banyak sehingga kurang mendapat perhatian.

    Orang Komering (tinggal di Sumatera Selatan) sering disebut-sebut juga sebagai hasil perkawinan antara orang Batak dan Orang Lampung. Ada yang menyebut bahwa orang Lampung sesungguhnya adalah keturunan Si Raja Batak. (Lampung ?= lapung).

    Kita yang tinggal dan berasal dari ‘Tano Batak’ hingga saat ini masih belum jelas yakin dan mengetahui berapa banyak sebenarnya subgoup Batak itu. Ada yang menyatakan lima, enam bahkan tujuh (Toba, Simalungun, Paro, Pakpak, Mandailing, Pesisir(?) dan Nias(?)). Subgroup ini akan bertambah lagi setelah dikenalkan akan adanya satu sub-Batak di daerah Aceh. Mereka dinamai (oleh peneliti asing) sebagai Batak Alas-Kluet.

    Dari beberapa literatur yang saya dapatkan mereka tinggal di daerah pegunungan Bukit Barisan. Saat ini ada satu kota kecil di pesisir Barat Aceh bernama Kluet, dan mungkin kota ini menjadi kota mereka. Orang Batak Alas-Kluet bertetangga dengan orang Gayo dan mempunyai persamaan gaya hidup dan budaya.

    Batak Alas-Kluet ditaklukkan oleh Kesultanan Aceh dan memaksa mereka ke dalam perbudakan pada paro pertama tahun 1600-an. Mereka kini menganut agama Islam (Sunni 99,9 %). Selama jangka waktu tertentu keberadaan mereka tidak diketahui dan tidak tersentuh oleh pihak luar. Pada masa penjajahan, mereka dapat bertahan terhadap okupasi Belanda (tahun 1904 hingga 1942) dan banyak diantara mereka yang terbunuh.

    Orang Batak Alas-Kluet menjalani hidup mereka dengan bertani dan dengan sisa-sisa latar belakang ‘Habatahon’. Perkawinan mereka exogamous (kawin dengan marga lain) seperti halnya kita ‘Halak Batak’ dan jarang yang berpoligami. Perkawinan biasanya diatur oleh kedua keluarga calon mempelai. Pertunangan (pra-perkawinan) biasanya memerlukan waktu kira-kira tiga tahun.

    Kekuasaan di desa-desa dibagi menurut kelompok keluarga sesuai dengan mergo (mungkin berasal dari kata ‘marga’). Dan bagian pemerintahan yang lebih kecil lagi dinamai rodjo. Sekelompok orang ‘namarsabutuha’ diberi sebutan sara rodjo (sada ama) atau sara ino (sada ina).

    Batak Alas-Kluet tidak mengenal karakter tulisan. Mungkin mereka belum sempat mengenal Surat Batak atau mungkin Surat Batak belum tercipta ketika mereka bermukim di sana. Semua bentuk nasihat dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kehidupan sosial diturunkan secara turun temurun melalui tarombo-tarombo dan turi-turian.

    Bukankah ‘halak hita’ mempunyai identitas yang sama?).

    Statistik:

    Demografi: (1990) 80.900 orang
    87.400 orang
    94.100 orang.

    Yang pasti, mereka sesungguhnya adalah orang Batak. Bagaimana dan siapakah kerabat mereka yang paling dekat dengan Halak Hita yang kita kenal sekarang ?. Kita belum tahu. Mereka adalah saudara kandung kita yang merupakan keturunan Si Raja Batak yang bertempat tinggal di sana.

    Harapan penulis apabila suatu ketika kita mengadakan sebuah pertemuan (semacam seminar) tentang Batak, mari kita ikutkan dan pikirkan orang Batak Alas-Kluet. Adakah diantara kita yang tertarik membuat lembaga penelitian tentang mereka dan menolong sehingga mengetahui bahwa mereka tidak sendiri?. Mereka perlu mengetahui bahwa Halak Hita ada dan dapat dimintai pertolongan.