Manusia tidak pernah terlepas dari masalah walaupun sedetik, Masalah harus diselesaikan bukan dihindari
Tampilkan postingan dengan label Konseling Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konseling Karir. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 Desember 2012
Perjalanan Jauh Bimbingan dan Konseling sebagai Sebuah Profesi
Minggu, 16 Desember 2012
Posisi Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum 2013
Draft Pengembangan Kurikulum 2013 baru saja diluncurkan dan saat ini sedang memasuki tahap Uji Publik. Saya sudah mengunjung website resmi Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 secara online untuk berpartisipasi menyampaikan pemikiran saya terkait dengan Posisi Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum 2013, tetapi karena disana hanya disediakan ruang komentar yang tidak begitu leluasa, ditambah terkendala oleh persoalan koneksi server, maka saya memutuskan untuk menyampaikannya di sini, dengan harapan semoga pihak yang terkait dengan upaya Pengembangan Kurikulum 2013 dapat membaca dan
Selasa, 25 September 2012
Tips penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal.
Tips Keterampilan Guru dalam penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar di kelas yang optimal. belajar yang baik Menunjukkan Sikap Tangkap Menggambarkan tingkah laku guru yang tampak pada siswa, bahwa guru sadar dan tanggap terhadap perhatian keterlibatan, masalah dan ketidak acuan mereka. Dengan adanya sikap ini siswa merasa guru hadir ditengah mereka. Kesan ketanggapan ini dengan cara : Memandang Secara Saksama Memungkinkan guru meliput keterlibatan siswa dalam tugas dikelas serta menunjukkan kesiapan guru untuk memberi respon baik terhadap kelompok maupun individu. Memberikan Pernyataan Hal ini terkomunikasi kepada siswa melalui pernyataan guru bahwa ia telah siap untuk memulai kegiatan belajar serta siap memberi respon terhadap kebutuhan siswa. Hal yang harus dihindari adalah menunjukkan dominasi guru dengan pernyataan atau komentar yang mengandung ancaman. Contoh : “Saya menunggu sampai kalian diam”. Gerak Mendekati Hal ini menunjukkan kesiapan, minat dan perhatian kepada siswa.
Selasa, 25 Oktober 2011
ANALISIS GENOGRAM SEBAGAI ALAT KONSELING KARIR
Dalam
wawancara konseling karir diperlukan suasana menyenangkan yang dapat
mendorong klien lebih terbuka untuk mengungkapkan dirinya, dan
selanjutnya konselor dapat lebih efefktif membantu klien. Demi tercapai
suasana demikian, dibutuhkan keterampilan konselor dalam mewawancarai
klien dan menganalisis hasilnya. Genogram yang dikembangkan oleh Okiishi
(1987) merupakan suatu alat yang
dipersiapkan untuk membantu
konselor-klien ketika wawancara karir berlangsung dalam suasana yang
menyenangkan, hingga dapat mendorong keterbukaan yang dimaksud dalam
konteks silsilah keluarga. Genogram dipandang sebagai suatu metode yang
cocok untuk melukiskan pengaruh keluarga dan orang tua, dalam suatu
model gambar tiga generasi tentang asal usul keluarga. Pada mulanya,
Bowen (1980) menggunakan genograf di dalam wawancara terapi keluarga.
Kemudian genogram diperluas penggunaannya oleh McGoldrick dan Gerson
(1985). Selanjutnya, Okiishi (1987) mengembangkan genogram sebagai alat
bantu di dalam wawancara konseling karir.
Label:
Konseling Karir
Jumat, 21 Oktober 2011
18 TANDA ANDA BUTUH KONSELING KARIR
Menurut sebuah situs konsultasi karier, jika salah
satu dari situasi di bawah ini terjadi pada Anda, sudah saatnya Anda
berkonsultasi dengan konsultan karier. Adapun hal-hal yang terjadi adalah:
1. Saya sering dilewatkan apabila ada
promosi/kenaikan jabatan.
2. Pekerjaan saya membosankan.
3. Saya merasa potensi saya tidak dikembangkan secara maksimal.
4. Pekerjaan saya tidak bermakna.
5. Saya sering berganti pekerjaan, tapi pekerjaan baru tidak lebih baik dari yang lama.
6. Saya kesulitan menetapkan tujuan dan mencapai tujuan.
7. Saya mempunyai mimpi yang lebih besar untuk diri sndiri.
8. Saya punya reputai sebagai pembuat masalah.
9. Orang-orang sering memanfaatkan saya dalam pekerjaan.
10. Saya tidak pernah mendapatkan penghargaan atas pekerjaan yang saya lakukan.
11. Saya tidak tahu bagaimana membuat diri saya diperhatikan sebagai karyawan yang menjanjikan di hadapan bos.
2. Pekerjaan saya membosankan.
3. Saya merasa potensi saya tidak dikembangkan secara maksimal.
4. Pekerjaan saya tidak bermakna.
5. Saya sering berganti pekerjaan, tapi pekerjaan baru tidak lebih baik dari yang lama.
6. Saya kesulitan menetapkan tujuan dan mencapai tujuan.
7. Saya mempunyai mimpi yang lebih besar untuk diri sndiri.
8. Saya punya reputai sebagai pembuat masalah.
9. Orang-orang sering memanfaatkan saya dalam pekerjaan.
10. Saya tidak pernah mendapatkan penghargaan atas pekerjaan yang saya lakukan.
11. Saya tidak tahu bagaimana membuat diri saya diperhatikan sebagai karyawan yang menjanjikan di hadapan bos.
Label:
Konseling Karir
Langganan:
Postingan (Atom)